Agar Suami Semakin Cinta

Agar Suami Semakin Cinta tampilah istimewa dihadapannya
Jadikanlah cinta sebagai pemicu utama dalam setiap tingkah laku dan perbuatan Anda di dalam rumah. Ikhlas selalu dengan wajah yang berseri-seri sehingga orang-orang di sekeliling Anda merasa kebahagiaan, khususnya suami tercinta.

Anda juga harus ingat bahwa syarat masuk surga tergantung keridhaan suami terhadap anda.
Diriwayatkan dari Ummu Salamah ra. Bahwa Rasulullah Saw. Bersabda:
“Wanita siapa saja yang meninggal dan suaminya ridha kepadanya, maka ia akan masuk surga.” (HR Tirmidzi).
Untuk tampil istimewa dalam berinteraksi dengan suami, serta mampu menawan hatinya, maka amalkanlah beberapa nasihat berikut ini:
1.     Latihan ala Nabi
Dengan tips-tips Rasulullah berikut, Anda dapat membuka dan menawan hati suami.
* Memandang mata suami dengan pandangan yang penuh kelembutan dan cinta kasih.
* Pandangilah dengan pandangan yang dalam hingga hati Anda menyentuh lubuk hatinya sambil memegang tangannya dengan pegangan yang lembut dan hangat.
* Ingatlah akan pahala dan manfaat yang akan Anda peroleh dari usaha Anda ini dengan merujuk kepada makna perkataan Rasulullah Saw.:
“Sesungguhnya jika seorang suami memandang istrinya dan istrinya pun memandanginya, maka Allah akan memandang keduanya. Jika ia memegang tangan istrinya, maka berguguranlah dosa-dosa keduanya melalui jari-jarinya.”

Waktu Latihan
Carilah waktu-waktu yang tepat di setiap tingkah laku bersama suami Anda. Latihan ini bisa saja di lakukan pada beberapa waktu. Lakukan minimal dua kali sehari, dan waktu yang baik adalah sebelum suami berangkat kerja dan pada waktu pulang dari tempat kerja.

2.     Kata-Kata Manis dan Lembut
Gunakanlah kata-kata manis dan lembut penuh dengan muatan cinta. Rendahkan suara Anda dan coba mendekat kepada suami Anda sedekat mungkin, pada saat Anda berbicara dengannya. Perhatikan hal-hal yang bisa membuat dia senang baik dalam perbuatan ataupun ucapan. Saat itu, akan keluar kata-kata yang menyentuh. Yaitu, kata-kata indah yang keluar dari kedua bibir Anda yang indah dihiasi dengan kelembutan, sikap malu, dan sedikit berbisik.

3.     Mengatur Suasana Rumah
* Aturlah suasana di dalam rumah dengan baik sesuai dengan musim dan kondisi. Berusahalah untuk selalu memperbaruinya. Biarkan suami Anda merasa bahwa Anda melakukan semua itu demi kebahagiaannya.
* Ciptakan suasana dalam rumah tangga penuh dengan aroma wangi, bersih, dan tertib.
* Apabila suatu saat suami tiba di rumah mendadak, jangan biarkan dia merasa Anda tidak becus dalam mengatur urusan rumah.
4.     Menyambut dengan Baik
Menit-menit pertama menyambut suami pulang adalah waktu yang sangat berpengaruh bagi suami dalam menilai kualitas istrinya. Di dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa setan bertengger di atas mata seorang suami saat ia masuk ke dalam rumah, sehingga pandangannya tertuju pada hal-hal buruk. Maka hal ini dapat membuatnya tidak betah dan bahagia berada di dalam rumah. Oleh karena itu, sebagai seorang istri Anda harus selalu tersenyum dan ceria setiap berjumpa dengannya. Apalagi pada saat menyambut kedatangannya.

* Biasanya suami datang atau pulang kerja dengan kondisi penat dan lelah, untuk menuju rumah yang damai, penuh cinta dan kasih sayang. Dia datang dari kepenatan menuju ketenangan. Anda sendirilah yang dapat menciptakan semua suasana ini.
* Temuilah dia di depan pintu dengan wajah ceria.
* Temuilah dia dengan penuh perasaan rindu. Selalu senangdan selalu menunggu kedatangannya.
* Bergembiralah dengan kedatangannya.
* Usahakan jadwal kepulangannya telah Anda ketahui dengan baik dan terencana, sehingga Anda telah berada pada penampilan yang terbaik. Gantilah pakaian masak dengan pakaian yang bersih dan rapi.
* Cobalah memahami kondisi kejiwaan suami dengan meluangkan sedikit waktu Anda untuk mengetahui apakah dia sedang gembira atau bersedih. Dengan demikian, Anda dapat memperlakukannya sesuai dengan kondisi jiwanya.
* Segeralah menghidangkan makanan untuknya. Biasanya, suami pulang dengan perut lapar, dan rasa lapar dapat membuat suasana tidak nyaman.
* Jangan lupa memakai wangi-wangian untuk suami.
* Jangan lupa mendidik anak-anak bagaimana menyambut bapaknya dengan baik.
* Terimalah dengan senang hati dan penuh rasa syukur sesuatu yang dibawa oleh suami, sekalipun Anda tidak menyukainya.

5.     Mengadulah pada Waktu yang Tepat
Sambutan yang baik menunjukkan kesempurnaan akal, akhlak, dan agama. Oleh karena itu, suatu sikap yang tidak wajar bila seorang istri menyambut suaminya dengan pengaduan dan teguran. Simpanlah pengaduan Anda hingga menemukan waktu yang baik dan cocok. Setiap perkataan ada waktunya. Maka dari itu, janganlah menodong suami Anda dengan berbagai macam pengaduan pada awal kedatangannya.

6.     Jangan Mengubah Sikap Ayah terhadap Anak-anaknya
Di saat suami baru sampai di rumah, jangan langsung menyuguhinya dengan menyebut kenakalan-kenakalan anak, ketidaktaatan mereka, dan lain sebagainya. Karena hal itu bisa membuatnya menjauhi anak-anak dan tidak mau lagi bermain dengan mereka. Bicarakanlah setelah istirahat dan makan dan menyelesaikan urusan lainnya. Setelah semua itu, barulah Anda meminta izin untuk membicarakan tentang masalah anak.
7.     Jangan Merusak Kebahagiaan Rumah Tangga
Waktu-waktu bahagia sangat sedikit dibandingkan dengan kesibukan hidup. Oleh karena itu, jangan terlalu sering mengadukan permasalahan yang sama tentang anak-anak. Hendaklah Anda mendiskusikan hal-hal penting saja. Hendaklah Anda lebih mendahulukan sifat rahmat kepada suami dan anak-anak.
8.     Ridha atas Segala yang Allah Karuniakan Kepadamu
Milikilah sifat qana’ah dan ridha terhadap apa yang Allah karuniakan kepada Anda. Lihatlah orang yang lebih rendah derajatnya dalam hal-hal keduniaan.
9.     Waktu-Waktu Berhias
Istri yang baik adalah istri yang pandai menempatkan sesuatu pada waktu yang tepat. Maka berhias dapat dilakukan pada waktu-waktu yang telah disebutkan oleh Allah, yaitu waktu santai, sebelum subuh, pada waktu dzuhur, setelah shalat isya’ dan pada waktu suami kembali dari bepergian.
10.            Hindarilah Menegur pada Waktu Senang
11.            Istimewa di Mata Suami Ketika Ia sedang Marah
Kemarahan suami tidak menunjukkan akhir cintanya. Dengan usaha yang cerdik dan gigih dari sang istri, masalah ini akan dapat teratasi dengan baik.
Bagaimana Meredam Kemarahan Suami?
* Jika suami angkat suara dalam keadaan marah, maka Anda jangan memotong pembicaraannya. Tapi bantulah ia meredam marahnya dengan kata-kata halus.
* Usahakan dapat menenangkannya dan kendalikan reaksi Anda bila Anda berada di pihak yang benar. Berbicaralah dengan cara yang diplomatis.
* Jangan menyindirnya dengan ucapan Anda.
* Jangan tidur pada saat ia masih dalam keadaan marah. Walaupun Anda di pihak yang benar.
* Jangan menambah kemarahannya dengan mengungkap masalah anak, uang belanja, dan sebagainya.
12.            Istimewa dalam Hal Perasaan terhadap Suami
Tujuan utama dalam pernikahan adalah memberikan kepuasan dalam hal kasih sayang, syahwat, jiwa, raga, pikiran, imej, perasaan, cinta, kerinduan, cita rasa, angan-angan, dan seluruh bentuk perasaan, dari pendengaran, penglihatan, dam indera lainnya dengan sesuatu yang halal di sisi Allah.
Membuka Hati Suami dengan Perasaan Hangat dari Anda
Kunci hati seorang suami ada pada istri. Seorang istri dapat menarik hati suaminya, menjadikannya cinta dan betah padanya dengan perkataan yang lembut dan penuh kasih sayang. Sehingga ia senang duduk bersamaAnda dan merasa bahwa kamar tidur adalah bagian terpenting dalam hidupnya dan tidak ada yang dapat menyamainya. Akhirnya, cintanya pun semakin bertambah.
Banyak lagi cara lain yang dapat dilakukan oleh istri untuk bisa memikat hati suami di kamar tidur. Misalnya, memberi hiasan, wewangian, atau mengubah suasana kamar menjadi romantis dengan menggunakan lilin. Atau dengan menggunakan kata-kata manis, lembut, dan seterusnya.
Beberapa Tips di Kamar Tidur
* Hendaklah Anda selalu mempunyai kreasi dan inovasi baru dalam berdandan.
* Perhatikan cahaya, warna, dan kondisi dalam kamar.
* Jangan menggunakan busana dengan satu model saja.
* Perhatikan kata-kata dan ucapan Anda.
#Sumber Abatasa

3,450 total views, 2 views today