Alasan Ikhwan ( Pria ) Belum Menikah

Alasan Ikhwan ( Pria ) Belum Menikah

Menikah adalah sunnah Rasulullah saw dan bagi yang belum menikah tentu ingin menyegerakannya. Namun kadang kala realita “agak” berbeda dengan keinginan (rencana). Ada berbagai alasan dan hal yang menjadi sebab mengapa seseorang belum juga menikah. Dan dengan mengetahui hal-hal yang menyebabkan seseorang belum menikah diharapkan lebih bisa menemukan solusi yang tepat dalam mengatasi hambatan pernikahan, atau meminimalkan hambatan itu.

Ikhwan dan akhwat punya alasan masing2 kenapa mereka belum juga menikah. Pada bagian pertama ini saya membahas dunia ikhwan dulu, baik itu melalui pengalaman2 para ikhwan ataupun melalui ilmu yang saya dapatkan. Tentunya ini lebih mudah membahasnya karena saya sendiri ikhwan, dan……belum menikah.

Beberapa alasan ikhwan belum menikah antara lain:

1. Masih punya tanggung jawab keluarga

Ada beberapa ikhwan yang menjadi tulang punggung keluarga mereka. Mereka punya orang tua yang bisa jadi sudah terlalu tua untuk bekerja menghidupi anak2nya. Maka sebagai anak tertua dia ikut bertanggung jawab terhadap adik2nya. Ini banyak kasusnya dan sering saya temui. Dengan masih adanya tanggung jawab terhadap keluarga, maka ikhwan tersebut merasa belum waktunya untuk memikirkan pernikahan.

2. Merasa belum mapan

Ini adalah alasan klasik dan banyak ditemui, yaitu masalah maisah. Merasa belum mampu memenuhi kebutuhan adalah hak yang wajar dihadapi dalam menuju pernikahan. Sebetulnya ini bukan hal yang menjadi kendala yang besar, karena saya mengamati banyak akhwat yang mau menikah dengan kondisi sederhana dan mau ikut berjuang membantu suaminya bila nanti sudah menikah. Walaupun ada juga akhwat yang memperhitungkan hal ini. Dan biasanya yang menjadi kendala dalam masalah maisah adalah tentang ijin mertua. Tentunya orang tua akhwat tidak begitu mudahnya melepaskan anak gadisnya pada sembarang laki2. Mereka harus memastikan bahwa laki2 yg akan menikahi anaknya itu mampu bertanggungjawab dan menghidupi.

3. Merasa punya kekurangan dan kurang pede.

Banyak orang yang minder dengan dirinya. Dia merasa punya kekurangan dan merasa tidak pantas menikahi si “A”. Perasaan takut ditolak, selalu menghantui sebelum melangkah. Bisa jadi ketakutan itu benar, tapi tentunya harus dipahami bahwa akhwat juga manusia. Kalaupun memang ikhwan merasa punya kekurangan, tentunya beberapa akhwat juga merasa demikian. Misal, ada ikhwan yang minder karena hanya lulusan SMP dan merasa tidak pantas melamar akhwat yang S1. Kalau memang demikian, kenapa tidak mencari saja akhwat yang juga lulusan SMP biar tidak merasa kurang?. Maka biasanya jodoh itu sekufu/sederajat/seimbang.

4. Selalu kurang sreg dengan akhwat yang ditawarkan

Ada juga tipe ikhwan perfect (dia merasa punya kelebihan, padahal belum tentu), yang ingin mencari akhwat yang perfect juga dan punya segudang kriteria tentang calon istrinya nanti. Sehingga banyak akhwat yang hadir dalam kehidupannya belum juga dia ajak taaruf hanya karena dia merasa akhwat itu belum memenuhi kriterianya. Sehingga lama2 usia semakin tua dan belum juga menikah. Sebetulnya, kita boleh2 saja mematok kriteria, tapi bukan hal yang bijak apabila terlalu kaku agar semua kriteria itu terpenuhi. Karena sulit menemukan manusia yang perfect, bahkan bisa jadi tidak ada. Kalaupun ada, belum tentu juga dia mau sama kita. Nah….

5. Trauma dengan kegagalan masa lalu

Ada juga ikhwan2 yg terlalu perasa, sehingga terlalu trauma dengan kegagalan proses nikah yang dulu pernah dijalaninya. Bisa jadi kegagalan itu tidak hanya sekali, jadi terlalu membekas dalam hatinya dan takut di kemudian hari akan gagal lagi, lalu takut mencoba lagi. Apalagi ditambah dengan sifat ikhwan yang introvert, wah susah deh diajak kompromi.

6. Kurang iman

Ini adalah penyebab internal yaitu penyakit hati. Kata Rasul, bisa laki2 sudah saatnya menikah tapi belum juga¬† menikah bisa jadi ada 2 penyebabnya, yaitu banyak maksiat atau kurang jantan. Nah….

7. Masih konsen amanah2 lain

Banyak ikhwan yg punya segudang agenda dan amanah sehingga belum sempat memikirkan pernikahan. Padahal bisa jadi dengan pernikahan amanah2 yang diembannya akan lebih mudah dijalani.

Wallahu a’lam bishowwab.

806 total views, 2 views today