Bersegeralah Menjadi Ayah

Ayah, adalah anugrah yang hanya lelaki beriman
yang mampu memahami dan memaknai kata itu..

Ayah, adalah kebanggaan pada setiap diri lelaki,
ketika nama itu melekat di depan namanya….

Ayah, keringat dan pelunya, senilai dengan darah para syuhada….

Ayah, adalah kata rindu bagi lelaki sholeh, yang mensegerahkan pernikahannya, dan meninggalkan kesendiriannya, dalam dunia lajang yang bisu…

Ayah, adalah kata yang mengajari tentang Makna Pertanggung jawaban yang hakiki
setelah kata Iman…..

Ayah, adalah kata yang membuat gentar musuh-musuh Islam, karena dari kata ini, Para Pemuda Muslim, terlindungi Fitrah dan Naluri seksualnya….

Ayah, adalah Anugerah Allah, yang Ibnu Tamiyah dan Sayyid Quthb pun, tak sempat merasakan anugrah ini…

Maka tak ada lagi alasan berlama-lama bagimu dalam kesendirian
menemani setan di pojok hitam yang bisu
dalam angan kotor yang menjijikkan…..!!

Karena kata Umar
hanya dua hal yang menyebabkan lelaki enggan menikah
1. Pelaku Zina
2. Orang yang memiliki penyakit lemah syahwat

Hanya itu
iya hanya itu……

Jika Kata AYAH
tak mampu engkau wujudkan dalam amal
sementara umurmu tak mampu di ajak mundur
maka dirimu sesungguhnya satu diantara dua kategori yang dikatakan Umar Ibn Khattab

Ayah….!
Kata ini telah di teriakkan oleh anak-anak kita
di lauhul mahfuzh…..!!
Maka Imam Syafi’i ketika di tanya sejak kapan mendidik anak.
beliau menjawab
sejak aku belum menikah, dengan mencarikan Ibu yang baik lagi sholeha, sebagai tempat lahirnya anak-anakku….

Ayah…..!
empat huruf yang hanya Lelaki beriman yang rindu dan sanggup serta mau melaksankannya, hingga kata Ayah, melekat di depan namanya…
diucapkan dengan patah-patah….
oleh lisan kecil anak kita….

Ayah…..!!
adalah sebagian tiket kita menuju surga Allah

Telah sempurna separuh agama bagi orang yang menikah….
maka separuh lagi ia isi dalam ketaatan
dengan menjadi Suami yang Sholeh dan Ayah yang Baik…

Ayah….!!
dengarlah desiran angin
yang mampir ditelingamu…….
tidakkah engkau rindu…..!!

632 total views, 2 views today