Ciri Istri Salehah

Tiap muslimah yang intima’ (komitmen) dengan dakwah pasti menginginkan agar kelak bila saatnya tiba, menjadi istri yang shalihat. dan inilah cita-cita besar seorang muslimah. Betapa indahnya Rasulullah Shalallahu “Alaihi Wasallam bersabda: “Jika seorang wanita menunaikan sholatnya yang lima waktu, berpuasa Ramadhon, memelihara kehormatan dan taat pada pada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: Masuklah ke dakam surga dari pintu mana yang kamu sukai”. (HR. Thabrani).

Diantara ciri-ciri istri shalihat sebagai berikut.
Pertama, al-waluud (peranak)
Seorang wanita peranak atau tidak, dapat ditelusuri dari neneknya, ibunya, bibinya atau saudara-saudaranya. rasul memerintahkan para sahabat yang akan menikah agar memilih wanita yang pengasih dan peranak, karena beliau akan bangga dengan banyaknya pengikut pada hari kiamat kelak

Kedua, al-waduud (besar cintanya kepada suami)
Hal ini dapat dilihat dari tuntunan maharnya. Mahar yang rendah, menunjukkan besarnya cinta wanita tersebut pada suami.

Ketiga, sittiroh (pendiam)
Maksudnya, seorang istri harus mampu memegang rahasia suaminya dengan kuat. Istri adakah tempat tumpahan persaan dan segala keluh kesah suami. Disamping sebagai pendengar yang baik, istri harus mampu menjaga agar masalah suami jangan sampai diketahui oleh orang lain tanpa seijinnya.

Keempat, al-azizah fii ahliha (satria dalam menghadapi bencana rumah tangga). Ibarat sebuah perusahaan, rumah tangga tak lepas dari segala permasalahan. Seorang istri shalihat akan menhadapi segala permasalahan dengan penuh ketabahan dan ikhlas. Ia tidak suka mengadu pada orang lain atas segala permasalahan yang ia alami. hanya kepada suaminya ia berbicara dan berbagi segala kesulitan.

Kelima, adzalihah ma’aliha (merendahkan diri dan patuh pada suaminya). Rasulullah bersabda: “Andaikan aku diperbolehkan memerintahkan seorang manusia sujud kepada manusia lain, maka aku akan perintahkan seorang istri bersujud kepada suaminya, karena begitu besar haknya kepadanya”, (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Keenam, mutabarriyah (pesolek),
Ia akan berusaha mengembirakan suaminya dengan penampilannya yang rapi. Sesuai dengan pesan Rasul, “Apabila dipandang menyenangkan”. Seringkali seorang istri kurang memperhatikan hal ini. Sehingga yang dilakukan justru sebaliknya, ia bersoleh (berdandan0 ketika keluar rumah, sedangkan dihadapan suaminya tampil ala kadarnya.

Ketujuh, al-hashonu (pembenteng)
maksudnya membentengi diri dalam bergaul dengan orang lain. tidak memasukkan kedalam rumahnya orang yang tidak disukai suaminya. Selanjutnya, ia akan measrahkan diri kepada suaminya secara baik, kesediaan secara total untuk melayani suaminya diwaktu berduaan.

Duhai, berbanggalah engkau para suami yang berhasil mendapatkan istri yang shalihat. Karena inilah salah satu kebahagiaan dunia akhirat, disamping tiga ciri lainnya, yaitu hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir, dan kesabaran. Selain itu ingatlah para suami, untuk membentuk istri shalihat peranmu sangat besar. Karena istri bukanlah malaikat yang luput dari segala salah dan khilaf. Berilah ia tausiah yang lembut dan pelajaran yang baik.

Duhai para istri shalihat, engkaulah sebaik-baik perhiasan dunia. Allah senantiasa memandangmu dengan pandangan rahmat. Kasih sayangmu menaungi anak-anakmu, kesabaranmu mengasuh mereka dan mengurus rumah tangga, menjadikanmu bertetangga dengan Rasulullah di surga kelak. Duhai alangkah nikmatnya. RABBANA HABLANA MIN AZWAAJINA WA DZURRIYATINAA QURRATAA’YUN WAJ ‘ALNA LIL MUTTAQINAA IMAMAA. Amin Ya Rabb.

506 total views, 2 views today