Jangan takut menikah

Sekitar tahun yang 2006 saya sudah ingin menikah, tetapi waktu itu saya urungkan niat karena melihat kondisi keuangan kok nggak memungkinkan. Inginnya seeh rencana tahun depannya (2007). Dan hingga bulan ramadhan tiba eh.. ternyata kok ya sama. Duh gimana ini ?

Bulan demi bulan terlewati, tahun 2007 hampir habis tapi keuangan masih belum memungkinkan. Sedihlah saat itu. Tiba-tiba suatu waktu saya di ingatkan oleh teman kuliah ” Akhi katanya mau nikah tahun ini (2007), ini sudah hampir habis tahun 2007-nya ? ” Sontak kaget jiwaku. Apa dikata, saya sudah pernah menyampaikan keinginan saya menikah kepada teman kuliah saya tersebut.

Setelah kejadian tersebut saya berpikir. Iya, ya.. saya dulu memiliki mimpi untuk mnikah tahun ini, tapi saya harus menikah dngan siapa ? Dompet masih tipis, akhwat siapa yang sudah siap dan bersedia menikah ? Masak nekat nikah dengan mengajak teman kuliah ? Duh … ya klo mau, kalau tidak kan gimana nanti pas kuliah ? Lama berpikir dan termenung belum juga menemukan jawabannya.  Saat itu seingat saya di bulan ramadhan.

Setelah hari raya, kalau tidak salah 20 oktober 2007 dapat undangan prnikahan sahabat dekat. Sahabat saat aktif kuliah, dan juga sahabat saat bekerja. Duh keduluan deeh. Saat itu akhirnya saya nekat untuk melakukan proses ta’aruf. Dengan berprinsip “Dari kecil sampai sekarang ini saya masih hidup dan bisa makan setiap hari, masak kalau menikah nggak bisa makan ? Menikah kan perbuatan baik, dan bahkan separuh agama jadi kenapa harus ditunda ? Yang penting kan niatnya baik dan cara yang ditempuh juga baik pasti deeh Allah akan meridhoi. ” Alhamdulillah, saat itu saya ingat kepada Allah, bahwa rezeki saya sudah ditentukan.

Dan akhirnya, puji syukur kepada Allah, Alhamdulillah proses ta’aruf berjalan lancar dan akhirnya bulan Desember 2007 menikah dengan lancar. :) . Anda ingin menyusul ?

#http://ars.abatasa.com/post/detail/4778/jangan-takut-menikah

538 total views, 2 views today