Kematian Sebagai Peringatan ( Puisi Renungan )

Ketika jejak umur kita berhenti
Maka berakhirlah sudah semua cerita dunia
Dengan diri kita ini sebagai pemerannya

Allah telah memberikan batas umur kita
Batas nafas berhembus
Masalah akhir cerita kehidupan kita
Kita sendirilah yang menentukannya…….

Maka ada Kematian yang baik
Yang harus kita usahakan dalam ikhtiar dan doa
Juga ada kematian yang buruk yang harus kita hindarkan sekuat tenaga, dan sebisa kita

Tapi Allah tetaplah dengan kasih sayangNya
Maka di berilah kita kebahagiaan……
Di berilah kita kesempatan menjadi suami dan ayah yang baik
Istri dan Ibu yang baik
Atau anak-anak yang sholeh lagi menentramkan jiwa
Agar kita bisa merebut point-point kebaikan sebagai bekal kita kelak……

Atau kita di beri titipan harta di tangan kita
Agar harta itu barokah
Agar kita bisa beramal dan mendulang pahala darinya

Atau juga kita diberi peran tentang amanah kepemimpinan di pundak kita
Agar kita bisa menutup lembar hidup ini, dengan cerita kebaikan melalui amanah itu…..

Ada juga sebagian dari kita yang diberikan Ilmu,
Agar dengan ilmu itu, menjadi cahaya penolong kita kelak di akhirat
Dengan amal kita, melalui ilmu itu di dunia….

Atau ada juga yang di berikan rezeki pas-pas an, kalau tidak mau dibilang kekurangan
Walau ikhtiar dan doa telah maksimal kita lakukan,
Tapi itu adalah sarana Allah mengajarkan makna Sabar dan Ikhlas
Agar dengan Sabar itu menjadi amal kita yang berbuah surga…..

Tapi masalahnya adalah …..
APAKAH KITA MENYADARINYA
APAKAH KITA SADAR……!!

Karena banyak diantara kita yang tak sadar dan tak paham
Lalu putus asa,
Lalu menjadi ingkar….
Lalu menjadi keluh dan kesah
Tiba-tiba cerita hidup harus berakhir
Di saat jiwa terlena dengan rasa permainan logika sendiri
Disaat itulah kita berhadapan dengan takdir kematian yang tak bisa kita tolak dan kita hindari

Atau seperti Abu Thalib, walau beliau sadar bawa risalah Muhammad itu adalah kebenaran
Tapi karena jiwa menolak fitrah itu
Maka kematian dalam keadaan kafir adalah sejarah yang kita lihat sebagai pelajaran dari kematiannya.

Maka janganlah jadi Suami durhaka atau ayah yang durhaka
Maka janganlah jadi Istri durhaka atau ibu yang durhaka
Maka janganlah jadi anak, Pemimpin, hartawan, ilmuwan atau orang miskin sekalipun yang durhaka

Sebab Islam telah memberikan begitu banyak lengkap dan terperinci
Bagaimana manusia menjalankan perannya sebagai orang tua, anak, pemimpin, hartawan, ilmuwan atau orang biasa sekalipun.

Memang tak bisa instan menjadi orang sholeh yang berkarakter
Tapi Allah memberikan kita niat dan proses sebagai penilai dari amal itu
Sebab itulah kita dilarang berputus asa
Karena itu juga Allah menyediakan ampunan yang lebih banyak dari maksiat kita

Sekali lagi permasalahannya apakah kita menyadarinya
Atau tidak tahu
Atau pura-pura tidak tahu…..

Sahabat dakwah…..
Hidup hanya sekali
Sekali hidup maka haruslah menjadi pemenang
Pemenang karena peran kita dibumi
Telah kita laksanakan dengan baik
Karena amanah kehidupan dunia ini telah sekuat tenaga kita laksanakan sesuai syariatNya

Cukuplah kematian sebagai peringatan
Karena kematian adalah sesuatu yang PASTI TERJADI
Masalahnya adalah
Ketidak pastian hidup setelah mati
Apakah kita kekal di SurgaNya yang Maha Indah…
Atau menggelegar menjadi bara di JahanamNya……

Ingat ingatlah MATI…..!

)I(Hamzah)I(

1,151 total views, 2 views today