Ketika Mapan Tak Sepanjang Kehidupan

Posted by: Reply

Ketika Mapan Tak Sepanjang Kehidupan
Adalah manusiawi ketika seorang mau menikah menginginkan sebuah kemapanan. Paling tidak ada tempat untuk berteduh, kendaraan untuk berangkat kerja, dan makan yang layak yang dimakan setiap hari.

Tapi hidup kadang berkata lain. Sebuah rencana Allah mungkin saja membuat keluarga kecil bahagia yang baru menikah ini tiba-tiba terpuruk dalam sebuah kebangkrutan. Bisa saja karena suami mendadak kena PHK, atau salah satu keluarga ada yang dirawat sakit dan membutuhkan biaya di luar dari kemampuan mereka.

Nah, ketika misalnya hal itu benar-benar terjadi dalam pernikahan; masihkah rumah tangga Anda akan tetap penuh cinta dan kehangatan? Akanlah Anda berdua masih saling menguatkan? Atau mungkin malah mulai saling menyalahkan? Atau bahkan piring akan mulai beterbangan.

Rumah tangga yang dibangun dengan sebuah komitmen yang kuat dari awal dan dengan niat baik untuk mendekat pada Allah, pasti akan bisa melewati badai kehidupan tanpa cinta yang meluntur kepada pasangannya.

Mapan dan berkecukupan harta memang penting. Namun, jauh di atas itu, ada yang lebih penting dimiliki pasangan suami istri:

1. Mapan Pemikiran. Supaya setelah menikah, bisa menemukan solusi cerdas jika ada masalah pelik yang dihadapi.

2. Mapan Emosi. Supaya bisa menghadapi konflik yang mungkin akan terjadi dengan tenang dan tidak terburu-buru melontarkan kata “cerak”.

3. Mapan Spiritual. Agar semua solusi dari masalah keluarga bisa disandarkan hanya pada Allah.

Itulah mapan yang sebenarnya. Karena jika hanya harta yang dijadikan patokan kemapanan, rumah tangga yang sedang dibangun itu hanya berdiri di atas pondasi yang rapuh.

Kutipan buku “Aku, Kau dan KUA”

1,593 total views, 2 views today