Ketika Nasib Kita Jelek

Siapa diantara kita yang tidak menginginkan hidup bahagia di dunia ini? Tentu tidak ada. Semua dari kita menginginkan hidup yang bahagia. Namun sadarkah kita, bahwa apa yang kita dapatkan, apa yang kita lalui, apa yang kita hadapi, semuanya adalah kehendak dari Alloh.

Pada kenyataannya, banyak orang yang tidak sadar bahwa apa yang ada pada dirinya,
apa yang akan terjadi pada dirinya, semuanya merupakan kehendak Alloh. Banyak orang miskin yang minta diberi kekayaan. Banyak suami yang minta supaya istrinya menjadi istri yang sholihah. Banyak orang tua yang ingin supaya anaknya menghormatinya.

Banyak anak yang menginginkan supaya orang tuanya paham tentang agama.
Mereka banyak yang belum menyadari akan adanya hikmah dibalik kemiskinan, istri
yang nusyuz, anak yang bandel, serta orang tua yang belum paham agama. Banyak yang belum sadar bahwa, mungkin disitulah letak ujian baginya.

Ada sebuah keluarga yang dikaruniai ketentraman dalam kehidupan berumah tangga,
namun sekedar pas-pasan dalam urusan ekonomi. Ada sebuah keluarga yang dikaruniai
kelebihan dalam bidang perekonomian, namun keluarga yang berantakan. Ada keluarga yang dikaruniai ketentraman dalam keluarga dan kelebihan dalam bidang ekonomi. Namun ada pula yang sudah keluarganya berantakan, ekonomi pas-pasan pula.

Apa yang membedakan keempat contoh diatas? Padahal sang ayah adalah sosok yang
rajin beribadah, suka bekerja keras, dan pantang menyerah. Kenapa nasibnya berbeda-beda?

Semua ini dikarenakan Alloh mengetahui apa yang tidak hambanya ketahui. Apakah
kita dapat menjamin, setelah kita menjadi kaya, kita tetap akan beribadah dan beramal
sholeh? Bisa jadi kekayaan justru akan menjadi boomerang bagi kita, menjadi adzab bagi
kita. Siapa yang bisa menjamin bahwa jika kita memiliki keluarga yang tentram dan
harmonis, kita tidak lupa kepada Alloh?

Jadi ingatlah, apapun yang menimpa kita, apapun yang akan terjadi kepada kita,
itu semua adalah kehendak Alloh, Robbul ‘Alamin. Tapi jangan jadikan hal ini untuk
bermalas-malasan dan berdiam diri. Karena Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum
kecuali mereka merubah nasib mereka sendiri, dalam artian mereka berusaha.

Siapapun kita, pasti menginginkan untuk mempunyai harta yang banyak, istri yang
sholihah, anak yang menghormati orang tua, dan keluarga yang bahagia. Maka ke arah
sanalah kita harus berusaha. Jangan putus asa. Namun ingat, seperti apapun jadinya kita nanti, semuanya adalah yang terbaik bagi kita. Dan Alloh adalah yang paling mengerti apa yang terbaik bagi hambaNya.

Dan bukankah lebih baik jika disetiap doa kita, kita tambahkan, “ ya Alloh jika
hal ini yang terbaik bagiku maka mudahkanlah. Dan jika hal ini buruk bagiku, maka
jauhkanlah. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui.”

336 total views, 2 views today