Ketika Orang Tua Tak Setuju dengan Pilihan Kita

Banyak diantara kita sudah mempunyai Calon Pendamping hidup dan sudah siap menikah namun banyak juga hambatan untuk menuju pernikahan salah satunya adalah restu orang tua, terkadang Hati Orang tua begitu keu-keuh bin Keras kurang setuju dan belum menerima terhadap calon pilihan kita.

Nah Sahabat AyoNikah semua, untuk menghadapi kasus seperti ini adalah pertama dengan menanamkan kesadaran bahwa yang mampu meluluhkan hati orangtua adalah Sang Mahakuasa. Untuk itu, kita perlu berdoa dengan lebih sungguh-sungguh, disertai dengan ikhtiar dan tawakkal.

Ada banyak sebab mengapa ortu tidak merestui jodoh pilihan kita. Diantaranya: mereka menyangka bahwa kebahagiaan kita terletak pada harta yang berlimpah. Untuk menepis pemahaman yang keliru itu, perlu kita tunjukkan di depan mata beliau bahwa harta itu tidak mempengaruhi kebahagiaan kita. Perlu kita perlihatkan bahwa kebahagiaan kita ditentukan olah hal-hal lain, misalnya: cinta, keasyikan dalam berjuang, ibadah, dll.

Bangunlah Komunikasi yang akrab dan hangat dengan orang tua, dengarkanlah apa yang menjadi keinginannya, jangan dipotong pembicaraanya dengarkan sampai beliau selesai berbicara sehingga kita akan mengetahui pemikiran orang tua seperti apa, karena terkadang presepsi kita sama orang tua berbeda baik karena pola didik, pendidikan dan lain sebagainya
Ceritakan alasan anda kenapa memilih si DIA, kepada orang tua dengan bahasa yang santun penuh kesopanan

Bisa jadi kemungkinan ortu merasa malu bila memiliki menantu yang kurang sederajat. Mungkin mereka malu bahwa anaknya “tidak laku” sampai-sampai memilih jodoh yang “lebih rendah”. Untuk menepisnya, hendaknya kita berusaha menunjukkan bahwa pilihan kita membanggakan, bukan hanya bagi kita, melainkan juga orangtua kita dan orang-orang dekat kita lainnya.

Intinya, kita perlu mencari akar permasalahannya sebelum menentukan solusinya. Akar permasalahan itu biasanya tersembunyi, tidak melalui kata-kata, seperti “merasa malu bila memiliki menantu yang kurang sederajat”.

Persoalan semacam ini dapat kita pandang sebagai kesempatan yang diberikan kepada kita supaya kita meningkatkan kualitas diri kita dalam banyak hal. Dengan demikian, kita menjadi lebih mampu untuk menghadapi masalah-masalah berat lainnya kelak.

Selain itu, adanya masalah semacam ini berarti bahwa kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk lebih banyak beramal. Bagaimanapun, kehidupan kita di dunia hanya selama beberapa puluh tahun. Waktunya teramat singkat bila dibandingkan dengan kehidupan kita kelak di akhirat: selama-lamanya!

Sementara itu, kita tidak perlu “memaksa” Allah untuk meluluhkan hati orangtua. Lebih baik kita berserah diri saja kepada-Nya. Biarlah Dia yang menentukan kapan hati orangtua luluh. Bahkan seandainya luluhnya torangtua terjadi di akhirat kelak, itu pun tidak mengapa. Allah lah yang Mahatahu apa yang baik bagi kita.
Dan jangan lupa berdoa silahkan klik doanya disini

1,969 total views, 2 views today