Meluruskan Motivasi Untuk Me-Nikah

Rasulullah SAW telah mengingatkan kita akan pentingnya sebuah niat : “ Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung dengan niatnya “ (HR Muslim). Maka selagi belum terlambat, tengoklah hati kita lebih dalam lalu bertanyalah dengan jujur ; Untuk apa Anda ingin menikah ? Atas dasar apa Anda ingin mengikatkan akad pernikahan ?. Luruskan niat, sekali lagi. Jangan sampai terkotori oleh hal-hal yang tercela seperti kepentingan duniawi atau hawa nafsu semata.

Mungkin pasangan anda nanti boleh saja cantik, kaya, dan turunan orang mulia, tapi tetap saja anda harus memilih dia karena agamnya. Bukan selainnya. Dengar peringatan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bagi mereka yang salah dalam motivasi menikah :
” Barang siapa menikahi seorang wanita karena memandang kedudukannya, maka Allah akan menambah baginya kerendahan, Barang siapa menikahi wanita karena memandang harta bendanya, Allah akan menambah baginya kemelaratan, Barang siapa menikahi wanita karena keturunannya, Allah akan menambah baginya kehinaan. (HR Thabrani)

Maka tugas Anda kali ini akan lebih berat, jika nanti calon istri anda memang jamilah, sweetlook, fotogenik, putih berseri dan sebagainya. Apalagi jika si dia adalah putri seorang tokoh, negarawan, politikus, ilmuwan, atau bahkan ulama sekalipun, luruskan niat. Belum lagi jika ia adalah seorang akhwat borju, yang kendaraannya mengkilap dan fasilitas hidupnya lengkap. Maka sungguh nanti Anda harus benar-benar meluruskan niat.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana meluruskan niat itu ? Pertama, kita menikah untuk menggapai mardhotillah dalam rangka mengikuti sunnah rasul-Nya itu jelas dan itu yang pertama kali kita sucikan. Kedua, masih dalam hadits yang sama, Rasulullah memberikan alternatif motivasi bagi kita dalam menikah yang dapat mengundang keberkahan. Subhanallah !

Masih dalam rangkaian hadits yang sama, Rasulullah SAW bersabda : Tetapi barang siapa menikahi seorang wanita karena ingin menundukkan pandangannya dan menjaga kesucian farjinya, atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahi bagi isterinya dan memberkahi isterinya baginya ( HR Thabrani )

Memperbanyak motivasi dalam koridor syar’I, itulah tugas berat kita malam ini. Inventaris segala motivasi Anda dalam menikah, lalu jauhkan dan hapus segala hal yang menyalahi syar’I dan menghapus keberkahan.

Menikah karena menundukkan pandangan ? Silahkan, bukankah kita telah lelah dengan bisikan-bisikan syetan saat barisan akhwat lewat dihadapan ? Menikah untuk menjaga kesucian farji ? Subhanallah, bukankah tiba saatnya hati ini bersih dari segala keinginan-keinginan nista saat sejuta kemaksiatan bertebaran di depan mata ? Menikah karena akan memperbanyak ikatan saudara dan jaringan ? Tafaddhol, Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam juga menganjurkan kita untuk menikah bukan dengan kerabat dekat.

Menikah agar kuat dalam menjalani jalan dakwah ? Menikah agar dapat lebih bersemangat dalam bekerja dan beramal ? Menikah agar dapat saling menasehati dan menguatkan azzam dalam ibadah dan jihad ? Menikah agar dapat menambah dan menguatkan hafalan Quran ? Menikah agar dapat memurojaah ulang materi-materi tarbiyah bersama pasangan kita ? Menikah agar dapat berdiskusi tentang persoalan-persoalan umat ? Menikah agar menghindari godaan, lirikan, dan sms-sms nakal dari lawan jenis ?

Silahkan akhi, silahkan ukhti…hanya saja ingat semangat awal dan termulia kita dalam hidup ini : Allah Ghoyatuna ! Allah tujuan hidup kami !

452 total views, 2 views today