Menjaga KEHORMATAN anak-anak kita

Inilah fitnah itu
Dan ini kadang menipu mata kita
Kalau hanya memberikan pendidikan, makanan, tempat tinggal dan kebutuhan sekunder lainnya
Siapapun bisa
Orang tua manapun bisa
Bahkan orang-orang non muslim pun, lebih baik dalam sisi materi untuk hal tersebut.

Banyak diantara kita terjebak di titik ini
Tidak ada kepedulian
Atau belum timbul kepedulian
Atau memang tidak peduli
Asalkan kebutuhan dasar anak-anak kita menurut perhitungan kita telah terpenuhi

Padahal bukan itu esensi amanah Allah ini
Esensi nya adalah MENJAGA KEHORMATAN ANAK-ANAK KITA
Agar sesuai dengan Fitrah kemanusiaannya yang selaras dengan aturan langit.

Inilah JIHAD kita sebagai orang tua
Mengawal
Mengisi
Dan mengarahkan kepada hal yang baik yaitu aturan agama.

Kalau Umar bin Khattab saja merajam putranya yang berzina
Apa yang akan kita lakukan jika kita melihat hal yang serupa??

Cobalah kita tengok mereka, kita buka isi handphone mereka
Kita buka isi inbox facebook mereka…..
MENIPU bukan !!!

Didepan kita mereka berlaku santun
Tapi dibelakang mereka menyimpan bara neraka yang akan membakar dirinya kelak
Dan juga dirimu sebagai orang tua..!!

Jauh-jauh hari Ali bin Abu tahalib sudah mengatakan
Perlakukan anak mu sebagai raja pada usia 0-7 tahun
Perlakukan anakmu sebagai tawanan perang pada usia 7-14 tahun
Dan perlakukan anakmu sebagai sahabat pada usia 14 tahun keatas

Inti maksud pernyataan Ali itu adalah, kita mengawal dari perkembangan psikologi anak
Usia kanak-kanak, menikmati masa bermain berakhir pada usia 7 tahun, selanjutnya muncul ketegasan jika sampai usia 10 tahun anak tidak melaksanakan sholat kita boleh memukulnya, dan ketika masuk awal-awal baliq kita mengawal psikologinya dengan memberikan muatan ruhiyah, bahwa dia telah masuk gerbang kedewasaannya, yang mana semua tingkah lakunya akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah, kita mentarbiyah anak-anak kita sebagai seorang sahabat.

Saya sangat menyarankan agar orang tua sekali-kali jalan jalan ke mall
Lihat pasangan muda mudi
Pasangan anak sekolah dan kuliahan
Tanpa malu, bergandeng tangan, di muka mu, walau si perempuannya berjilbab mungkin
Bayangkan jika itu putrimu atau itu putramu
Apa yang akan kau katakan di hadapan Allah nanti..!!!!

Jika tak ada rasa marah
Jika menganggapnya biasa, maka sungguh Allah lewat lisan nabi saw mengatakan
“tak akan mencium wangi surga, orang yang tak memiliki rasa cemburu kepada keluarganya..”

Jika mencium wangi surga saja Allah tak sudi memberikannya padamu
Apakah engkau berharap engkau akan masuk surga !!!

Disinilah di butuhkan tahapan perencanaan yang matang dan terukur
Mendesain masa depan putra-putri kita
Mulai saat kita memilih istri yang sholeha sebagai tempat lahirnya anak anak kita
Memberikan nama yang baik untuk anak anak kita sekaligus ada harapan dan doa dalam nama itu
Mentarbiyahnya sejak ia kecil
Mendesain pendidikan sesuai bakat dan minatnya
Memilihkan dan merekomendasikan pasangan hidup untuk anak anak kita dari anak-anak yang kita tahu kesholehan orang tuanya

Semua tahapan itu hanya satu tujuannya
MENJAGA KEHORMATAN ANAK-ANAK KITA dengan semua makna yang terkandung di dalamnya…

Bersambung……”Menjadikan Putri kita Bidadari Bumi” sebua amanah yang sangat berat mendidik anak perempuan…..

)I(Hamzah)I(

696 total views, 2 views today