Merangkai Kata Cinta Atas Nama-Nya

Ketika hamba hamba Allah yang beriman, mendeklarasikan Akad di hadapan Allah, dihadapan manusia, juga penghuni langit yang menjadi saksi akad itu, maka di saat itu Allah menurunkan ketentraman di hati mereka, bentuk kententraman itu adalah timbulnya rasa kasih dan rasa sayang diantara mereka.

Inilah yang disebut CINTA. Pada jejak ini Cinta itu telah halal, telah Allah ridhoi,tumbuh, mekar dan bersemi indah di jiwa-jiwa mereka.

Tapi perjalanan menikmati cinta ini, adalah kehidupan, adalah nafas panjang, maka harus ada bekal, karena dengan bekal itu, kita berharap,sampai dengan selamat kedermaga Cinta kita, yaitu Surga Allah, berkumpul kembali dengan istri kita, dengan anak cucu kita.

Dijejak kehidupan inilah, kita mencoba mempersiapkan bekal, terus belajar, merangkai Kata Cinta di hati dan jiwa istri kita, juga suami kita…..
Tentu dengan cara yang sesuai syariat…
Inilah sebagian Rangkaian Kata Cinta seorang Suami terhadap Istrinya

1. Istri membutuhkan Perhatian dan Romantisme

Percayalah, perhatian dan romantisme adalah sesuatu yang melegakan seorang istri. Antum tak perlu menjadi seorang pujangga untuk menaklukan istri antum.
Tetapi berilah sedikit perhatian dalam aktivitasnya, seperti

“ duh..Mujahidahku seharian ikut liqo..capek ya…..sini abi pijitin ya…”!
Atau….
“Ummi sayang, abi belikan es lilin ya..”!

Kalimat seperti ini akan menjadi “Ajaib” di telinga istri antum. Kenapa ? Karena kalimat seperti itu menyentuh sisi emosional dan perasaannya, serta merawat kasih sayangnya.
Ingatlah kuantitas menjadi penting bagi seorang istri, karena istri membutuhkan perhatian kecil dengan kuantitas yang sering.

Jadi jangan segan untuk menatapnya ketika engkau akan berangkat kerja, dengan sinar matamu yang penuh kekaguman padanya, misalnya, atau membelikannya es krim atau juga menyeduhkan secangkir jahe hangat ketika tamu bulanannya datang .

Semua itu satu tujuan, agar cinta dihati istri kita terus bersemi indah di langit jiwanya.

2. Biarkan Istri kita mengeluarkan “sampah” emosinya.

Setiap istri membutuhkan bicara, karena bicara adalah bagian dari kehidupannya, berbicara membuat istri tenang, dan terawatt sisi kewanitaannya, dan secara ajaib menyelesaikan masalah-masalahnya.

Dengan bicara maka sesungguhnya istri kita sedang mengeluarkan “sampah” emosinya, disinilah peranan suami, untuk menjadi “TELINGA” untuk mendengar dan memahaminya.

Salah satu bentuk perhatian suami kepada istrinya adalah, ketika istrinya bicara maka pertahankanlah kontak mata dengan istrinya, ini akan membuat istri merasa nyaman dan diperhatikan.

3. Saling mengisi kekurangan dengan saling menyesuaikan harapan.

Ketidak sempurnaan adalah suatu yang wajar dalam sebuah pernikahan sebab demikianlah sifat dunia dan isinya. Oleh sebab itu obat untuk menyelesaikan ketidak sempurnaan itu adalah dengan saling menyesuaikan harapan.

Sebagai contoh Pernikahan saya yang telah memasuki usia delapan tahun masih saja penuh dengan usaha-usaha menyesuaikan harapan, mulai dari bagaimana mencari tipe rumah kontarakan, mengatur dekorasi rumah, anggaran belanja dan pendidikan anak.

Nah disisi ini istri pasti memiliki nilai “ideal” versinya, maka kita mencoba menjembatani dengan berusaha minimal dekat dari nilai “ideal” yang ada dalam versi istri kita. Maka jembatan itu bernama komunikasi dari hati kehati, hingga istri kita paham, dan memahami jika ikhtiar yang kita lakukan belum mendekati apa yang menjadi impiannya itu, tapi komunikasi yang dilakukan oleh kita diawal, membuat tak ada kecewa di hati istri kita.

Inilah yang saya maksud dari kalimat Saling mengisi kekurangan dengan saling menyesuaikan harapan.

Inilah sebagian Rangkaian Kata Cinta seorang Istri terhadap Suaminya

1. Suami Membutuhkan “penghargaan”

Suami memiliki ciri khas,nah jika cirri khas ini berhasil kita “kuasai” maka akan mengalir terus empati dan rasa sayang suami kepada istrinya.
Ciri khas itu adalah bahwa suami membutuhkan” penghargaan”.

Penghargaan ini kadang sering dilupakan oleh kebanyakan para istri, padahal penghargaan itu bisa dalam hal yang sederhana, tapi memberikan efek yang luar biasa.

Misalkan ketika seorang suami menelepon istrinya, maka ucapan “terima kasih” atas kesediaannya menelepon itu, akan menimbulkan inovasi-inovasi baru di jiwa suami untuk selalu berdekatan dengan istrinya.

Inovasi-inovasi inilah hasil positif dari penghargaan itu.

2.Melihat dan memahami kapan suami siap menjadi “pendengar” kita

Ini adalah tahapan yang sulit mungkin bagi seorang istri, ketika “sampah” emosinya ingin segera dikeluarkan, tapi kondisi saat itu tidak memungkinkan sang suami untuk mendengarkannya, jika kita tidak memahami hal ini, maka yang ada adalah kesalahpahaman dan pertengkaran.

Disini dibutuhkan pemahaman, bahwa suami mungkin sedang letih karena aktivitas kantor telah menguras fisik dan emosinya, maka mungkin ketika ia baru selesai mandi atau makan malam misalnya, mungkin saja ia masih letih sehingga ia tak siap menjadi pendengar yang baik, lagi-lagi disinilah dibutuhkan penglihatan seorang istri. Raut wajah dan tatapan mata suami kita, adalah bahasa yang bisa kita mengerti, apakah dia letih, atau ceria.

Maka biarkanlah suami kita sejenak, mengembus nafas, setelah itu sapalah dia dengan cinta, misalkan dengan seperti ini.

“ abi, ummi mau curhat ya, semoga tidak mengurangi kebahagiaan abi hari ini..”

Percayalah disaat itu, seorang suami akan bertenaga menjadi pendengar yang baik
Juga menjadi factor untuk menyelesaikan problema kita.

Merangkai Kata Cinta dalam NamaNya…

“Delapan tahun engkau menemani hari-hariku
Dalam gelap malam, juga cerahnya pagi
Maka jika engkau menemukan ku tak sesuai mimpimu selama ini
Percayalah sesungguhnya aku sedang belajar merajut mimpi itu….

Maka temani aku dalam ketaatan padaNya
Selalu bersama tak jemu berdoa kepadaNya
Agar hari ini aku bisa menjadi suamimu yang lebih baik dari hari kemarin
Dan agar esok hari engkau menemukanku sebagai suamimu yang lebih baik dari hari ini……….!

Semoga goresan kata ini adalah doa
Menjadi penyubur cinta kita sayang…..
Selamanya aku mencintaimu.

)I(Hamzah)I(

894 total views, 2 views today