Satu Hati Satu Cinta Untuk Istriku

Hidup adalah pembelajaran, di semua penggalan episode umur kita
Ini adalah salah satu bentuk Ke Maha Pengasih dan Maha Penyayangnya Rabb kita.
Tak pernah ada satupun ketidakadilan Allah disini.
Hanya mungkin jiwa kita yang kerdil dan sempit, memandang setiap masalah adalah beban Hingga membuat kita putus asa.

Salah satu fase pembelajaran itu adalah, ketika jejak usia kita memasuki masa berumah tangga.
Setelah akad nikah di deklarasikan, maka jiwa kita harus meniupkan kebaikan pada dirinya
Diri istri kita itu.
Satu tujuan itu semua agar kita menemukan KENYAMANAN dalam berumah tangga
Inilah maksud dari doa “Baarakallaahu laka, Wa baarakallaahu ‘alaika, Wa jama’a bainakuma fii khaiir…”

Kenyamanan. Itu rahasia jiwa yang diciptakan cinta: maka kita mampu bertahan memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui gelombang peristiwa, sambil tetap merasa nyaman dan teduh.

Cinta menciptakan kenyamanan yang bekerja menyerap semua emosi negatif masuk ke dalam serat-serat jiwa melalui himpitan peristiwa kehidupan. Luka-luka emosi yang kita alami di sepanjang jalan kehidupan ini hanya mungkin dirawat di sana: dalam jiwa cinta.

Maka harus ada CERIA
Karena ceria itu adalah penjabaran konkrit dari kenyamanan itu
Maka sebagai suami kita harus menjaga hati dengan setia dan selalu menyayanginya
Maka sebagai suami kita harus menjadi qowwam bagi dirinya, agar pesona sholeha istri kita tak pudar.

Dan proses semua itu, akan mampu berdiri dan utuh selamanya
Jika ditopang oleh jiwa-jiwa yang kuat
Pilar jiwa itu adalah
Dirimu dan istrimu…
Sementara anak-anak kita, adalah penyangga dua pilar itu

Karena hakikat cinta selamanya hanya satu: memberi. Memberi semua kebaikan yang tersimpan dalam jiwa. Melalui tatapan mata, kata atau tindakan. Jika kita terus menerus memberi maka kita akan terus menerus menerima. Pemberian jiwa itu menghidupkan kekuatan kebajikan yang sering tertidur dalam jiwa manusia. Seperti pohon: pada mulanya ia menyerap matahari dan air, untuk kemudian mengeluarkan semua kebajikan yang ada dalam dirinya: buahnya keindahan.

Dalam jiwa yang penuh cinta itu kita menemukan rasa aman, kenyamanan dan kekuatan untuk terus bertumbuh.

Hidup adalah pembelajaran
Maka ketika kita memasuki fase berumah tangga
Kita harus menemukan keselarasan jiwa terlebih dahulu, dengan istri kita
Agar ketika mengarungi kehidupan rumah tangga
Kita menjadi kompak
Satu hati
Satu cinta…..

Sebab ketika masalah datang
Kita tak boleh sendiri sendiri menyelesaikan masalah itu
Kedua pilar jiwa itu
Jiwa suami istri, harus bersama menghadapi badai dan topan di laut kehidupan itu.

Maka Islam memberikan panduan, bagi seorang suami untuk menyamakan frekewensi jiwanya dengan istrinya…

Agar SATU CINTA
Agar selamanya Istri kita itu satu-satunyan yang kita cintai
Tak tergantikan.

Panduan itu adalah doa
Maka biarkanlah sirah nabawi mengajarkan kita semua tentang doa itu
Pada rasulullah saw dan bunda khadijah kita belajar

“Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan perempuan ini dan semua kebaikan yang tercipta bersama penciptanya.”

Itulah indahnya doa Rasulullah di malam pertama
Saat meletakkan janji kesetiaan nan abadi
Ketika tangan beliau diletakkan di atas ubun-ubun kepala Khadijah

Maka kita melihat
Adakah cinta seagung cinta Bunda Khadijah
Kemesraan terpancar dari aura batinnya
Tak letih mendukung perjuangan rasulullah saw

Karena Jiwa Rasulullah saw dan Bund Khadijah telah selaras
SATU CINTA

Doa ini lah yang harus kita ucapkan
Oleh setiap suami
Di setiap saat
Di setiap waktu

Agar SATU CINTA itu
Mengejewantah pada diri kita dan istri kita
Selamanya…….

)I(Hamzah)I(

862 total views, 2 views today